Ahlan wa Sahlan (Selamat Datang) di Nady Ilmu 'Referensi Buku Penuntut Ilmu'

Fiqih Sunnah Wanita Segala Hukum Fiqih Yang Berkaitan Wanita

Sale!

Rp125.000,00 Rp100.000,00

  • Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayid Salim
  • Penerbit: Griya Ilmu
  • Judul Kitab Asli : Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ wama Yajibu an Ta’rifahu
  • Kullu Muslimatin min Ahkam
  • Penerjemah: M. Taqdir Arsyad
  • Ukuran : 16 cm X 24 cm
  • Cover : Hard Cover
  • Berat: 1.200 Gram
  • Tebal: 704 halaman

   

*Order via WA hanya bisa dilakukan jika Anda membuka web ini menggunakan smartphone

Description

Buku ini, Fiqih Sunnah Wanitamerupakan sebuah usaha penulis yang insya Allah dipenuhi oleh keberkahan dalam meniti jalan para salafush shalih. Dalam buku ini, penulis mengumpulkan berbagai macam pengetahuan agama yang sangat penting dan harus diketahui oleh wanita Muslimah. Penulis menerapkan metode penulisan yang sangat baik dengan menyajikan istilah-istilah yang mudah dipahami, urutan-urutan yang baik dan keshahihan dalil-dalil. Beliau juga selalu mengembalikan pemahamannya kepada pendapat-pendapat ulama salaf rahimahumullah. Penulis tidak berpanjang lebar dalam pembahasan untuk menghindari kebosanan. Tidak juga terlalu ringkas sehingga melewatkan poin-poin penting. Alhasil, buku ini perlu untuk dijadikan pegangan wanita Muslimah dalam menjalankan segenap ibadah kepada Allah Ta’ala.

Tidak diragukan lagi bahwa pelaksanaan ibadah kepada Allah memiliki syarat-syarat, rukun-rukun, dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi demi kesempurnaan ibadah tersebut. Jalan satu-satunya yang harus ditempuh adalah mempelajari langsung dari sumbernya. Oleh karena itulah, menuntut ilmu diwajibkan kepada kaum Muslimin dan Muslimat. Bahkan, Imam Ibnul Jauzi berkata, “Perempuan adalah orang yang diberi beban syariat sama dengan laki-laki. Mereka diwajibkan menuntut ilmu yang wajib mereka ketahui agar mereka merasa yakin dalam menjalankan ibadahnya.”

Para wanita (sahabiyah) di zaman Rasulullah menghadiri majelis-majelis ilmu. Mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mungkin diajukan oleh perempuan-perempuan zaman sekarang karena malu. Sampai-sampai ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha memuji para sahabiyah ini dengan mengatakan, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, rasa malu tidak pernah menghalangi mereka untuk belajar (memahami) agama.” (Shahih Muslim)

Selamat membaca.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *