Ahlan wa Sahlan (Selamat Datang) di Nady Ilmu 'Referensi Buku Penuntut Ilmu'

Indahnya Cinta Karena Allah

Sale!

Rp35.000,00 Rp29.800,00

Penulis: Abu Ihsan Al-Atsary, Ummu Ihsan
Penerbit: Pustaka Imam Adz Dzahabi
Sampul: Soft Cover
Ukuran: 15,5 x 23,5 cm
Berat: 0,25 kg
Tebal: 172 halaman

   

*Order via WA hanya bisa dilakukan jika Anda membuka web ini menggunakan smartphone

Description

Cinta karena Allah ‘Azza wa Jalla merupakan sesuatu yang sangat essensial dalam merajut persahabatan dan persaudaraan dengan sesama muslim. Hubungan apapun yang dibina tidak atas dasar cinta karena Allah ‘Azza wa Jalla adalah semu dan hanya bertahan sementara di dunia saja. Semua keakraban dan kerukunan itu akan berubah menjadi permusuhan dan kebencian di akhirat kelak, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagianyang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa”. (QS. (Az-Zukhruf:67)

Seseorang mungkin saja mencintai orang lain karena hartanya, kecantikannya, kedudukannya, nasab keturunannya, atau karena kepentingan pribadi, ambisi dunia dan materi yang fana.

Berapa banyak persahabatan dan persaudaraan yang berubah menjadi kebencian dan permusuhan seiring lenyapnya pernak pernik kepentingan yang melandasi hubungan tersebut. Cinta seperti ini adalah cinta yang semu dan labil, tidak ada kebaikan di dalamnya, dan tidak pula membawa pelakunya kepada kebaikan. Cinta seperti ini juga tidak akan bertahan lama. Sebab ia akan hilang seiring hilangnya sebab dan pendorongnya. Bahkan kerap kali cinta yang demikian akan berubah menjadi permusuhan hanya karena sebab yang sepele atau sedikit perselisihan.

Sebaliknya, cinta dan persahabatan yang dilandasi karena Allah ‘Azza wa Jalla semata, akan tetap langgeng dan akan membawa berjuta kebaikan di dunia dan di akhirat.

Inilah salah satu tanda kesempurnaan cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu mencintai sesuatu yang dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla, dan mencintai seseorang karena Allah ‘Azza wa Jalla, bukan karena tujuan-tujuan lain. Maka Allahpun mencintai mereka dan merekapun akan dicintai oleh penduduk bumi.

Sementara pada hari kiamat kelak, wajah-wajah mereka laksana cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya, yang membuat cemburu para nabi dan syuhada’. Allah akan menaungi mereka di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan selain naungan-Nya. Mereka tidak takut di saat manusia takut dan mereka tidak bersedih di saat manusia bersedih.”

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. 10:62)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *